Saat dulu masih kuliah ada beberapa temen yang menikah padahal kuliah belum kelar, padahal kerjapun blm apalagi karir, mengapa tidak mencari kejaan yang mapan baru berkeluarga,tapi kadang-kadang ada benarnya jalan mereka tempuh karena pada akhirnya mereka justru berhasil dalam 2 hal, yang pertama berhasil membangun keluarga yang bahagia dan yang kedua pekerjaan yang mapan akhirnya dapat diraih juga.suatu hal yang sulit saya bayangkan saat itu dan kemudian saya ingat dua orang temen kantor saya.

Yang pertama, wanita dewasa umur 30-an dia masih single,belum menikah ,denger2 cowokpun belum ada..kulit putih,tinggi,body lumayanlah, cantik menurut ukuran saya jabatanya spv,tipe seorang wanita karir yang sukses.

Yang kedua ini pria dewasa umur 30-an dengan wajah pas-pasan, kulit sawo matang seperti saya, posisi karyawan biasa satu tinggat diatas OB-lah tapi sudah menikah sudah punya anak....

Dari kedua temen kantor saya jelas yang pertama lebih keren gaji lebih besar,posisi jabatan yang lumayan, dari pada yang kedua,

Beberapa waktu lalu ketika dikantor ada acara pesta karyawan semacam gathering untuk semua karyawan yang diisi dengan berbagai macam kegiatan mulai bazar,perlombaan2,acara musik2, dan ada pula acara untuk khusus anak2 dari karyawan, semua karyawan tumpah ruah dikomplek kantor (termasuk kedua temen saya ini ) dari sini saya melihat 2 hal yang beda dari dua temen saya ini,temen yang cewek datang ke acara sendiri,walaupun keliahatan enjoy ada saat dia muka memerah karena ketika kumpul2 sering diejekin kapan menikahnya... sedangkan temen yang cowok datang dengan istri dan anaknya mereka kelihatan enjoy menikmati acara sambil bercanda dengan anaknya yang berusia 3 tahunan,mereka bisa bercerita-cerita dengan banggga karena anaknya udah bisa membaca, tidak rewel, dan bla..bla..bla... hal yang sangat kontras dibandingkan dari segi karir dan jabatan, siapa yang lebih berbahagia??

Saya mungkin lebih memprihatinkan dibandingkan keduanya, umur udah mulai mendekati 30 ,single,belum menikah jangankan calon pacarpun g punya, jabatanpun masih sebatas staff biasa bener-bener belum ada yang bisa dibanggain..sungguh tragis..

Continue..

Filed Under:


Kau tak punya ‘rumah’, tak ada tujuan, tak ada yang benar-benar kau miliki untuk kau sentuh hatinya. Kau lari kesana-kemari, singgah di mana saja kau bisa untuk melepas lelah atau kerinduan akan sesuatu. Tapi kau tak tahu di mana hatimu, kau tak memilih siapa pun untuk kau miliki. Kau hanya mencuri waktu dan berhenti di mana kau pikir kau bisa, lalu kau pergi lagi, dan singgah di tempat yang lain, lalu kau pergi lagi.

“Kau begitu menyedihkan.”

Tapi kau tak berusaha untuk menjadi seseorang yang lebih baik. Kau tak berusaha untuk meyayangi seseorang yang kau katakan kau merasa nyaman bersamanya.

Kesakitan hati di masa lalu bukan alasan, dan tak akan pernah menjadi alasan yang baik untuk menjadi pribadi yang tak baik. Saat kau tak berusaha untuk memperbaiki diri, itulah saat di mana kau menjadi seseorang yang kalah. Saat kau tak pernah berniat memperbaiki kesalahan, saat itulah kau akan terus merasa tak bersalah.

Kau membuat banyak orang menjadi bayang-bayangmu. Tapi tanpa kau sadari, kaulah yang menjadi bayang-bayang mereka. Bukan mereka yang seharusnya merasa sedih atas diri mereka. Tapi kau. Percaya atau tidak, lihat saja dirimu sekarang, pikirkan baik-baik dirimu saat ini.Jangan tanya bagaimana. Kurasa kau tahu jawabannya. Bukan orang lain, tapi dirimu sendiri. Jika saja kau coba untuk lebih peka, untuk melihat ke sekitar, dan tak sibuk dengan pikiranmu sendiri, kau akan lebih dewasa ketimbang umurmu sekarang.

27 bukan angka kecil. Orang-orang normal menganggap umur tersebut sebagai titik tolak di mana seseorang telah berpikir matang dan dewasa.27 adalah angka di mana banyak orang memutuskan sesuatu yang penting untuk hidupnya. “Banyak musisi yang mengambil keputusan besar pada usia 27. Janis Joplin…Jimi Hendrix…Morrison. Hmm…Kurt Cobain. Semua meninggal di usia 27.”

Karena pada umur 27 adalah ketika pintu-pintumu dibuka atau ditutup oleh Tuhan.

Semua itu memang pilihan. Aku tak tahu apa kau telah, akan, atau tak akan membuat keputusan yang besar dan penting di usia yang menginjak 27 tahun ini.

*) dikutip dari film Tiga Hari Untuk Selamanya.





Continue..

Filed Under:


Berawal dari facebook baruku....kau datang dengan cara tiba tiba....bekas kekasih yang lama hilang.....satu dari kekasih yang terbaik..hmmm..hoooo..
Sebenarnya bukan tentang kekasih lama yang muncul kembali ,tapi lebih dari itu karena bisa ketemu lagi dengan teman lama masa sekolah mulai teman SD sampai temen kuliah, jadi ingat nostalgia masa lalu, ada yang dulu pernah ditaksir tapi g punya nyali untuk menyatakanya , ada yang dulu akrab karena pacarnya tetanggaku, ada yang dulu gak dekat sekarang jadi akrab, malah ada yang dulu sama sekali g kenal nama dan wajah sekarang malah balas-balasan koment, ada partner ngopi waktu kuliah sekaligus partner bolos kuliah.
Malah sekarang boleh dibilang lagi keranjingan dengan jejaring sosial yang namanya fesbuk ini,mulai bangun tidur pengenya langsung liat updetan status teman-teman,nyampek kantorpun nyalain komputer yang dibuka dulu ya fesbuk..
Jujur, sangat menyenangkan bertemu kembali dengan teman teman lama saya. Hanya canda, gelak dan tawa yang ada setiap kali koment status teman. Lupa waktu deh kalau sudah bertemu teman teman yang cocok gitu.
Tapi kadang kadang suka iri lihat status hubunganya teman2 yang sudah berubah dari lajang/berpacaran menjadi sudah menikah, iri karena mereka bahagia dengan keluarga baru mereka,mereka memasang foto2 bersama istri,suami ataupun dengan anak-anaka mereka mereka keliatan sangat bahagia sekali.sedangkan aku hiks..hiks.. masih single fighter yang belum menemukan pasangan yang selama ini masih sebatas keinginan.
Yang jelas kalo liat foto2 mereka pasang muka mupeng alias pengen banget bisa menikmati seperti mereka....
Kapan ya???

Continue..

Filed Under:


Tak terasa liburan anak sekolah akan segera berakhir khususnya daerah banten dan DkI Jakarta tgl 13 juli anak sekolah sudah mulai masuk hari pertama, dan seperti fenomena menjelang tahun ajaran baru para Orang tua disibukkan dengan pengeluaran tambahan untuk anak-anak mulai yang minta tas baru, seragam baru ataupun buku baru dan kalau waktu aku dulu ditambah biaya daftar ulang tapi g atau sekarang apa masih ada atau sudah ganti istilah.

Tapi diantara hal-hal tersebut kemaren sempat baca di miling teman sma kalo ternyata masuk sekolah sekarang juga mahal padahal pemerintah sudah menggembar-gemborkan sekolah gratis, gimana g mahal untuk masuk sma tempat saya belajar dulu (semoga hanya di sma tempat saya belajar dulu) siswa baru dikenai biaya 9 juta, sungguh angka yang menurutku terlalu mahal untuk ukuran sma dikampung. biaya sebesar itu selain untuk biaya seragam dan biaya yang lainya juga untuk membeli laptop karena siswa diwajibkan punya laptop, sungguh menyedihkan walaupun sekarang sudah jamanya teknologi tapi untuk ukuran anak sma laptop belum begitu penting, mustinya pihak sekolah membuat kebijakan yang tidak memberatkan pihak wali murid apalagi kondisi ekonomi masyarakat yang masih susah,mungkin bagi orang tua yang kaya g masalah tapi kebanyakan orang tua murid masih berstatus ekonomi menengah kebawah.

Dengan biaya sekolah yang semakin mahal sangat bertolak belakang dengan program wajib belajar dan sekolah gratis yang didengungkan pemerintah sehingga sangat berat rasanya membangun masyarakat yang cerdas dan pintar, dalam istilah jawa disebutkan " Jer Basuki Mowo Beyo " yang artinya jika ingin sejahtera,bahagia,pintar, cerdas harus dengan biaya dan usaha tapi permasalahanya banyak masyarakat kita yang menengah kebawah kesulitan menyekolahkan anak-anaknya, walaupun sudah digratiskan tapi dengan masih adanya pungutan-pungutan dari pihak sekolah yang jumlahnya lumayan besar tetap saja menjadi suatu permasalahan. Dengan permasalahan pendidikan yang masih pelik semoga pemerintah segera merealisasikan anggaran pendidikan 20 % sehingga pungutan2 liar bisa dihilangkan dan menindak siapa saja yang masih menyelenggarakan pungutan.

Kalo sekarang aja biaya untuk menyekolahkan anak dari tahun ketahun makin mahal, besok kalo waktunya giliran kita menyekolahkan anak-anak kita biayanya berapa ya???




Continue..

Filed Under:


One Day In Your Life

One day in your life
you'll remember a place
Someone's touching your face
You'll come back and you'll look around you

One day in your life
You'll remember the love you found here
You'll remember me somehow
Though you don't need me now
I will stay in your heart
And when things fall apart
You'll remember one day...

One day in your life
When you find that you're always waiting
For the love we used to share
Just call my name
And I'll be there

(Oh-oh-oh-oh-oh...)

You'll remember me somehow
Though you don't need me now
I will stay in your heart
And when things fall apart
You'll remember one day...

One day in your life
When you find that you're always longing
for the love we used to share
Just call my name
And I'll be there

(Ohh...)

*** Thank's Michael for this song

Continue..

Filed Under:


Tak terasa ternyata udah lama g posting di blog karena kesibukan kerja yang sering menyita waktu selain itu ada kesibukan laen yaitu pesbukan ( oo..oo..kamu ketauan pesbukan terus....) sampek semua uneg-uneg yang pengen ditumpahkan lenyap begitu saja.

Saat inipun aku g ada ide sama sekali hanya tiba2 pengen aja nulis tapi g tau apa yang mau ditulis ( kalo bingung balik aja bajumu hehehe......)

bener-bener lg g ada ide, bener-bener lagi TUMPUL ide......

Continue..

Filed Under:


Pemilu legislatif telah usai namun penghitungan suara masih terus berlangsung seiiringi dengan carut marutnya DPT dan protes dari pihak-pihak yang tidak puas baik dari partai ataupun caleg yang merasa didzolimi karena perolehan suara mereka kecil. terlepas dari dua hal tersebut mungkin yang menarik bagi saya adalah kondisi psikologis para caleg pasca pemilu, seperti yang kita ketahui dari berbagi media rumah sakit jiwa mengalami pelonjakan pasien dan kebanyakan didominasi oleh caleg-caleg yang stress ataupun menunjukkan gejala-gejala yang tidak normal, mereka syok bahkan sampai jatuh sakit dan meninggal setelah mengetahui perolehan suaranya tidak sesuai dengan yang diinginkan.

Beberapa fenomena lain dari caleg yang gagal antara lain adalah dengan meminta kembali bantuan yang pernah mereka berikan sebelum pemilu,ada yang mengambil kembali tv yang sudah dipasang di pangkalan ojek, meminta kembali karpet yang telah disumbangkan, menarik buku tabungan yang telah dibagikan, mengusir warga yang sebelumnya dipebolehkan menempati tanahnya, meminta kembali peralatan musik yang disumbangkan bahkan ada yang berniat bunuh diri dan entah apa lagi keanehan caleg-caleg ini

Dari fenomena tersebut mungkin dapat kita simpulkan bahwa para caleg ini tidak siap kalah karena tidak diniati dengan tulus ikhlas untuk mengabdi, seandainyapun mereka berhasil jadi legislator apakah yang akan terjadi di negeri ini,mereka hanya akan menjadi anggota dewan abal-abal yang hanya akan menyengsarakan rakyat.

Maka bagi siapa saja yang berniat menjadi caleg pada pemilu mendatang hendaknya diniati dengan tulus ikhlas untuk mengabdi dan tentunya siap menang dan kalah tanpa harus mencari kambing hitam dari kekalahan tersebut.

jadi masih tertarik jadi caleg? siap-siap stress ya......

Continue..

Filed Under: